September 23, 2021

Okapimediaplus.com

Seputar Info Terbaru

Irak Akhirnya Terima 336.000 Dosis Vaksin COVAX Saat Stok Global Kian Menipis

Irak akhirnya menerima 336.000 dosis vaksin virus corona (Covid 19) AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, di tengah makin menipisnya stok vaksin secara global. Skema COVAX dipimpin Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi The Vaccine Alliance, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra pengiriman utama UNICEF. Vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bio Institute Korea Selatan (Korsel) telah tiba pada Kamis kemarin dan diterima di Bandara Internasional Baghdad oleh Menteri Kesehatan Irak Hassam Mohammed Al Tamimi didampingi tim dari Departemen Kesehatan (Depkes) negara itu, WHO dan UNICEF.

Ini adalah langkah bersejarah menuju tujuan global untuk memastikan proses distribusi yang adil terhadap vaksin ini ke seluruh dunia. Dikutip dari laman Relief Web, Jumat (26/3/2021), pengiriman ini merupakan bagian dari alokasi vaksin pertama yang ditujukan bagi Irak. Selanjutnya, pengiriman lanjutan dari 1,1 juta dosis vaksin COVAX rencananya akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang dan akan mencakup 20 persen dari populasi.

Pengiriman ini pun akan berlangsung sebelum akhir 2021. Perlu diketahui, pandemi Covid 19 diprediksi akan terjadi cukup lama di Irak dan seluruh dunia. Hal itu karena penularan yang intens sedang berlangsung dan peningkatan jumlah warga yang terinfeksi ini memberikan tekanan besar pada rumah sakit, unit perawatan intensif (ICU) dan tenaga kesehatan pada banyak negara.

Meskipun tindakan pencegahan diyakini dapat secara efektif mengurangi penularan virus, namun efektivitasnya bergantung pada penerapan kebijakan yang ketat oleh pemerintah dan sikap disiplin yang dilakukan semua warga negara. Kedatangan vaksin dan peluncuran kampanye vaksinasi nasional tentunya akan menjadi momentum 'perubahan' permainan dalam pertempuran melawan Covid 19 di Irak. "Hari ini, vaksin yang diharapkan sejak minggu terakhir bulan Februari lalu, akhirnya tiba. Meskipun Irak telah menyelesaikan semua persyaratan untuk menghadirkan vaksin melalui fasilitas COVAX secara tepat waktu, penundaan dalam produksi global dan kelangkaan vaksin yang akan dikirim COVAX ini menjadi alasan dibalik lambatnya pengiriman," kata Al Tamimi.

Vaksin yang diterima tersebut pun telah mendapatkan izin Daftar Penggunaan Darurat dari WHO. "Ini akan menjadi pengubah permainan dalam menangani pandemi Covid 19 di Irak," tegas Al Tamimi. Kemenkes Irak akan segera mengirimkan vaksin ini ke seluruh Depkes di Baghdad, dan wilayah lainnya di negara itu untuk digunakan pada kelompok prioritas, sesuai rencana serta kerangka penyebaran vaksin nasional Irak.

Sementara itu, perwakilan WHO Irak Ahmed Zouiten mengatakan bahwa ini merupakan tonggak sejarah dalam upaya penanganan Covid 19 di negara itu. "Menerima dan memanfaatkan vaksin ini adalah langkah yang tepat dalam mengendalikan pandemi di Irak. Vaksin ini telah terbukti sangat aman dan efektif dalam mencegah infeksi Covid 19. Kami ingin mengucapkan selamat kepada Kemenkes dan pemerintah Irak atas semua upaya yang dilakukan untuk menangani pandemi secara umum, dan untuk mengamankan kedatangan vaksin ini,"kata Zouiten. UNICEF dan WHO telah bekerja sama dengan Kemenkes Irak untuk memastikan bahwa negara itu memiliki jarum suntik yang cukup, kartu vaksinasi, dan fasilitas rantai dingin yang canggih untuk menyimpan vaksin secara aman.

Seperti yang disampaikan perwakilan UNICEF untuk Irak Paul Edwards. "Kami juga telah melatih ribuan tenaga kesehatan di pusat vaksinasi di seluruh Irak. Kami telah menunggu hari ini selama berbulan bulan, vaksin adalah salah satu kemajuan terbesar dalam pengobatan modern, pelindung, menjaga keluarga dan komunitas agar tetap aman dari Covid 19,"kata Edwards.